This afternoon, I came home early
And sneak slowly behind the back of my wife
And then I said ..
'Sweetheart .. I have some flowers for you'
'Happy valentine's day, dear'
She showed her happy eyes to me and smile ..
'Ow! I love them, honey ! Thank you .. thank you so much !'
But then she seems confused and said ..
'But .. I haven't prepare anything to give you'
'You don't have to', I said
'You've already gave me the very best things in the world everyday'
Fatmawati 13.02.06 7:47 PM
Tuesday, February 14, 2006
Jika engkau bertanya,
"Adakah hadiah bagiku di valentine tahun ini ?"
Maka aku pun kan menjawab,
"Seandainya bisa, aku ingin memberikan diriku menghabiskan hari ini bersamamu"
[karena aku tahu .. di dalam hatimu, itu yang engkau mau]
Fatmawati 13.02.06 7:32 PM
Happy valentine my dear wife,
I know our love has grown so much today ..
But I believe, I can use this moment
to once again expressing my feelings to you
"Adakah hadiah bagiku di valentine tahun ini ?"
Maka aku pun kan menjawab,
"Seandainya bisa, aku ingin memberikan diriku menghabiskan hari ini bersamamu"
[karena aku tahu .. di dalam hatimu, itu yang engkau mau]
Fatmawati 13.02.06 7:32 PM
Happy valentine my dear wife,
I know our love has grown so much today ..
But I believe, I can use this moment
to once again expressing my feelings to you
Wednesday, February 08, 2006
KETIKA HANYA TINGGAL DOA
Ada masa di mana mata tak berani lagi diangkat
Dan tangan tak kuasa lagi terbuka
Di mana lutut tak lagi tegar berdiri
Dan mulut tak jua mampu berucap
Ada masa di mana segala daya sudah usai saja
Dan hanya tinggal harap yang memelihara
Fatmawati 13.12.05 9.39 PM
menjelang go live treasury
Ada masa di mana mata tak berani lagi diangkat
Dan tangan tak kuasa lagi terbuka
Di mana lutut tak lagi tegar berdiri
Dan mulut tak jua mampu berucap
Ada masa di mana segala daya sudah usai saja
Dan hanya tinggal harap yang memelihara
Fatmawati 13.12.05 9.39 PM
menjelang go live treasury
Tuesday, February 07, 2006
He roars : 'Soldiers! Prepare yourself! We are going to the battle'
And we say : 'Sir! Yes, Sir!'
But then ..
'Are we gonna win, Herb ?'
'Are we gonna survive, Herb ?'
'Do you think we'll be able to beat them , Herb ?'
There goes the question of my fellow officers
'I do not guess and I do not think about unnecessary thought'
'I just follow him .. my commander ..'
'And I know, I shall return safely and sound'
That's it
That's my answer
Fatmawati, 06.02.06 12:52 PM
[in memoriam of Sarman, my teenage sunday school student]
And we say : 'Sir! Yes, Sir!'
But then ..
'Are we gonna win, Herb ?'
'Are we gonna survive, Herb ?'
'Do you think we'll be able to beat them , Herb ?'
There goes the question of my fellow officers
'I do not guess and I do not think about unnecessary thought'
'I just follow him .. my commander ..'
'And I know, I shall return safely and sound'
That's it
That's my answer
Fatmawati, 06.02.06 12:52 PM
[in memoriam of Sarman, my teenage sunday school student]
Tuesday, December 27, 2005
[Puisi bulanan seorang demonstran - Desember 2005]
Aku ingin berteriaaaaakk ..
Tapi nampaknya hari ini bukan saat yang tepat untuk berteriak
Aku ingin bernyanyi, sambil mengusung umbul-umbulku
Tapi nampaknya hari ini ada hal lain yang lebih penting untuk kulakukan
Hari ini aku harus mencari beras
Untuk tetangga sebelah rumahku
Karena jika tidak ..
Akan genap tiga hari sudah perut mereka tak terisi apa-apa
Hari ini aku harus mencari obat
Untuk tetangga depan rumahku
Karena jika tidak ..
Penyakit paru-paru ituakan membuatnya mati terlalu cepat
Hari ini aku juga harus mencari uang
Untuk anak tetangga belakang rumahku
Karena jika tidak ..
Tidak akan ada lagi hari esok untuk riwayat pendidikannya
Jadi mohon maaf, kawan ..
Aku tidak ikut dalam demo kali ini
Fatmawati 08.12.05 6:47 PM
Aku ingin berteriaaaaakk ..
Tapi nampaknya hari ini bukan saat yang tepat untuk berteriak
Aku ingin bernyanyi, sambil mengusung umbul-umbulku
Tapi nampaknya hari ini ada hal lain yang lebih penting untuk kulakukan
Hari ini aku harus mencari beras
Untuk tetangga sebelah rumahku
Karena jika tidak ..
Akan genap tiga hari sudah perut mereka tak terisi apa-apa
Hari ini aku harus mencari obat
Untuk tetangga depan rumahku
Karena jika tidak ..
Penyakit paru-paru ituakan membuatnya mati terlalu cepat
Hari ini aku juga harus mencari uang
Untuk anak tetangga belakang rumahku
Karena jika tidak ..
Tidak akan ada lagi hari esok untuk riwayat pendidikannya
Jadi mohon maaf, kawan ..
Aku tidak ikut dalam demo kali ini
Fatmawati 08.12.05 6:47 PM
Tuesday, December 20, 2005
"Bang .. ke Pasar Palmerah ya .."
"Wah, maaf, Neng .. lagi gak narik"
"Bang .. tolong ke Bintang Mas .."
"Wah, maaf .. lagi gak narik dulu, Pak"
"Oom .. oom .. ke Patal Senayan ya, oom"
"Aduh, Dek .. saya lagi gak narik. Lagipula jangan panggil saya oom, gak biasa dengernya"
"Ok deh, Oom"
"Halaahh .."
Dua-tiga orang lagi masih datang meminta hal yang sama
Namun dengan tujuannya masing-masing tentunya
Dan jawabanku tetap sama, karena sesungguhnya aku sedang menunggu
Untunglah tak terlalu lama lagi aku menunggu
Karena akhirnya muncullah sosok itu
Membawa keranjang di kiri-kanan-nya
Dan sebuah bakul pikulan besar di punggungnya
"Laku jualannya, Bu ?"
"Habis, Le .. Puji Tuhan .."
Ahh, inilah saat paling indah di setiap hari
Saat aku menjemput ibu, di perempatan jalan itu
Fatmawati, 20.12.05 7.58 pm
[selamat Hari Ibu untuk Mama & Ibu]
"Wah, maaf, Neng .. lagi gak narik"
"Bang .. tolong ke Bintang Mas .."
"Wah, maaf .. lagi gak narik dulu, Pak"
"Oom .. oom .. ke Patal Senayan ya, oom"
"Aduh, Dek .. saya lagi gak narik. Lagipula jangan panggil saya oom, gak biasa dengernya"
"Ok deh, Oom"
"Halaahh .."
Dua-tiga orang lagi masih datang meminta hal yang sama
Namun dengan tujuannya masing-masing tentunya
Dan jawabanku tetap sama, karena sesungguhnya aku sedang menunggu
Untunglah tak terlalu lama lagi aku menunggu
Karena akhirnya muncullah sosok itu
Membawa keranjang di kiri-kanan-nya
Dan sebuah bakul pikulan besar di punggungnya
"Laku jualannya, Bu ?"
"Habis, Le .. Puji Tuhan .."
Ahh, inilah saat paling indah di setiap hari
Saat aku menjemput ibu, di perempatan jalan itu
Fatmawati, 20.12.05 7.58 pm
[selamat Hari Ibu untuk Mama & Ibu]
Friday, December 16, 2005
Suatu hari aku mendengar suara-Nya
"Keluarlah dari rumahmu ..."
"Aku akan menghancurkannya"
maka dengan patuh aku pun keluar
membawa keluargaku serta
Tak lama kemudian mulailah kulihat
tembok-tembok rumahku dihantam hancur
Bagian-bagian lainnya pun mulai kehilangan rupa
Hanya dalam sekejap
rumahku tak lagi berdiri
Dan sampai saat itu .. aku hanya terdiam ..
Karena memang tak tahu harus berkata apa
Tak lama kulihat tanganNya yang perkasa
Mulai membersihkan puing yang tersisa
Lagi-lagi .. hanya dalam sekejap
Sudah tak ada lagi apa-apa di sana
Dan kemudian Ia pun mulai membangun
Sebuah bangunan baru
Sebuah rumah untukku dan keluargaku
Sebulan .. dua bulan .. tiga bulan ..
Ahh .. akhirnya ..
selesai juga ..
Amat berbeda dengan rumah lama yang kukenal
Bentuk-bentuknya saja sama sekali tak sama
Ada sedikit rasa asing ketika menatapnya
Meski hatiku mengakui ..
rumah baru ini lebih indah
"Masuklah .. engkau dan keluargamu"
"Nikmatilah .. apa yang tanganKu sudah sediakan bagimu"
Aku tersenyum ..
Namun hatiku bertanya :
"Mengapa rumah lamaku harus dihancurkan ?"
"Tak bisakah ia berdiri berdampingan dengan rumah baru ini ?"
(aku menunggu ..)
Dan Ia tersenyum ..
Fatmawati, 08.12.05 5:52 PM
"Keluarlah dari rumahmu ..."
"Aku akan menghancurkannya"
maka dengan patuh aku pun keluar
membawa keluargaku serta
Tak lama kemudian mulailah kulihat
tembok-tembok rumahku dihantam hancur
Bagian-bagian lainnya pun mulai kehilangan rupa
Hanya dalam sekejap
rumahku tak lagi berdiri
Dan sampai saat itu .. aku hanya terdiam ..
Karena memang tak tahu harus berkata apa
Tak lama kulihat tanganNya yang perkasa
Mulai membersihkan puing yang tersisa
Lagi-lagi .. hanya dalam sekejap
Sudah tak ada lagi apa-apa di sana
Dan kemudian Ia pun mulai membangun
Sebuah bangunan baru
Sebuah rumah untukku dan keluargaku
Sebulan .. dua bulan .. tiga bulan ..
Ahh .. akhirnya ..
selesai juga ..
Amat berbeda dengan rumah lama yang kukenal
Bentuk-bentuknya saja sama sekali tak sama
Ada sedikit rasa asing ketika menatapnya
Meski hatiku mengakui ..
rumah baru ini lebih indah
"Masuklah .. engkau dan keluargamu"
"Nikmatilah .. apa yang tanganKu sudah sediakan bagimu"
Aku tersenyum ..
Namun hatiku bertanya :
"Mengapa rumah lamaku harus dihancurkan ?"
"Tak bisakah ia berdiri berdampingan dengan rumah baru ini ?"
(aku menunggu ..)
Dan Ia tersenyum ..
Fatmawati, 08.12.05 5:52 PM
Monday, November 28, 2005
Friday, November 18, 2005
Wednesday, November 09, 2005
All Things Bright And Beautiful
words by Cecil F. Alexander (1818-1895)
Refrain
All things bright and beautiful
All creatures great and small
All things wise and wonderful
The Lord God made them all
Verse
[1]
Each little flower that opens
Each little bird that sings
He made their glowing colors
He made their tiny wings
[2]
The rich man in his castle
The poor man at his gate
He made them high or lowly
And ordered their estate.
[3]
The purple headed mountains
The river running by
The sunset and the morning
That brightens up the sky
[4]
The cold wind in the winter
The pleasant summer sun
The ripe fruits in the garden
He made them every one
[5]
The tall trees in the greenwood
The meadows where we play
The rushes by the water
To gather every day
[6]
He gave us eyes to see them
And lips that we might tell
How great is God Almighty
Who has made all things well
words by Cecil F. Alexander (1818-1895)
Refrain
All things bright and beautiful
All creatures great and small
All things wise and wonderful
The Lord God made them all
Verse
[1]
Each little flower that opens
Each little bird that sings
He made their glowing colors
He made their tiny wings
[2]
The rich man in his castle
The poor man at his gate
He made them high or lowly
And ordered their estate.
[3]
The purple headed mountains
The river running by
The sunset and the morning
That brightens up the sky
[4]
The cold wind in the winter
The pleasant summer sun
The ripe fruits in the garden
He made them every one
[5]
The tall trees in the greenwood
The meadows where we play
The rushes by the water
To gather every day
[6]
He gave us eyes to see them
And lips that we might tell
How great is God Almighty
Who has made all things well
Monday, October 31, 2005
[Penyakit selalu membuat hatiku sedih ..
Melihat seseorang yang seharusnya produktif
Namun harus terbaring karena sakit
Selalu membuat hatiku sedih ..
Buat sahabat-sahabatku
yang sedang menjalani perjuangannya melawan sakit ..]
Boleh saja ia menghantam tubuhmu
Sehingga kau yang harusnya tegak berdiri
Bahkan maju berlari
Terpaksa membaringkan tubuhmu di atas dipan
Boleh saja ia menyerang pikiranmu
Dengan pertanyaan-pertanyaan membingungkan
'Apakah ini kehendak Tuhan ?'
'Mengapa jalan ini, Tuhan ?'
Tapi jangan biarkan ia memadamkan semangatmu
Jangan biarkan ia mengambil damai dan sukacitamu
Jangan biarkan ia menguasai hatimu
Jangan biarkan ia mengalahkanmu !!
Karena seorang pemenang
Bukan dilihat saat perlombaan dimulai
Melainkan saat perlombaan diakhiri
Melihat seseorang yang seharusnya produktif
Namun harus terbaring karena sakit
Selalu membuat hatiku sedih ..
Buat sahabat-sahabatku
yang sedang menjalani perjuangannya melawan sakit ..]
Boleh saja ia menghantam tubuhmu
Sehingga kau yang harusnya tegak berdiri
Bahkan maju berlari
Terpaksa membaringkan tubuhmu di atas dipan
Boleh saja ia menyerang pikiranmu
Dengan pertanyaan-pertanyaan membingungkan
'Apakah ini kehendak Tuhan ?'
'Mengapa jalan ini, Tuhan ?'
Tapi jangan biarkan ia memadamkan semangatmu
Jangan biarkan ia mengambil damai dan sukacitamu
Jangan biarkan ia menguasai hatimu
Jangan biarkan ia mengalahkanmu !!
Karena seorang pemenang
Bukan dilihat saat perlombaan dimulai
Melainkan saat perlombaan diakhiri
Friday, October 28, 2005
[Puisi bulanan seorang demonstran - Oktober 2005]
for our honored parliament members ..
this story reminds us on you
And the LORD sent Nathan unto David
And he came unto him, and said unto him :
There were two men in one city
the one rich, and the other poor
The rich had exceeding many flocks and herds
But the poor had nothing,
save one little ewe lamb, which he had bought and nourished upand it
grew up together with him, and with his children
it did eat of his own meat, and drank of his own cup
and lay in his bosom, and was unto him as a daughter.
And there came a traveller unto the rich man
and he spared to take of his own flock and of his own herd
to dress for the wayfaring man that was come unto him
but took the poor man's lamb
and dressed it for the man that was come to him
ps : you should be ashamed with that 10 million demand
for our honored parliament members ..
this story reminds us on you
And the LORD sent Nathan unto David
And he came unto him, and said unto him :
There were two men in one city
the one rich, and the other poor
The rich had exceeding many flocks and herds
But the poor had nothing,
save one little ewe lamb, which he had bought and nourished upand it
grew up together with him, and with his children
it did eat of his own meat, and drank of his own cup
and lay in his bosom, and was unto him as a daughter.
And there came a traveller unto the rich man
and he spared to take of his own flock and of his own herd
to dress for the wayfaring man that was come unto him
but took the poor man's lamb
and dressed it for the man that was come to him
ps : you should be ashamed with that 10 million demand
Monday, October 03, 2005
Saturday, October 01, 2005
Thursday, September 29, 2005
Monday, September 26, 2005
Untuk istriku ..
Terima kasih karena rela menungguku pulang hingga larut malam
Terima kasih karena tak sedikit pun kau mengeluh tentang itu
Terima kasih karena kau mendukungku dalam langkah-langkah yang kuambil
Terima kasih karena kau mau memercayai hal-hal yang kuyakini
Terima kasih karena lebih banyak dirimu memberi daripada meminta
Terima kasih karena kau berikan senyummu meski kantuk begitu menyerangmu
Terima kasih untuk air putih yang kau sediakan setiap pagi di sisi tempat tidurku
Terima kasih untuk pakaianku yang selalu rapi tersedia sehabis ku membasuh diri
Terima kasih untuk sarapan hangat dan bekal makan siang yang kau siapkan bagiku
Terima kasih untuk doa-doamu bagi perjalanan dan pekerjaanku
Terima kasih untuk email-emailmu yang menghibur dan menguatkanku di tengah hari
Terima kasih untuk kasihmu yang selau tersedia bagiku
Terima kasih telah menerimaku apa adanya
dan mau begitu merendahkan hati untuk belajar memahami diriku
Terima kasih, istriku
Fatmawati 21.09.05 9:26 PM
specially dedicated to my wife, Indri
celebrating our 1st marriage anniversary
Terima kasih karena rela menungguku pulang hingga larut malam
Terima kasih karena tak sedikit pun kau mengeluh tentang itu
Terima kasih karena kau mendukungku dalam langkah-langkah yang kuambil
Terima kasih karena kau mau memercayai hal-hal yang kuyakini
Terima kasih karena lebih banyak dirimu memberi daripada meminta
Terima kasih karena kau berikan senyummu meski kantuk begitu menyerangmu
Terima kasih untuk air putih yang kau sediakan setiap pagi di sisi tempat tidurku
Terima kasih untuk pakaianku yang selalu rapi tersedia sehabis ku membasuh diri
Terima kasih untuk sarapan hangat dan bekal makan siang yang kau siapkan bagiku
Terima kasih untuk doa-doamu bagi perjalanan dan pekerjaanku
Terima kasih untuk email-emailmu yang menghibur dan menguatkanku di tengah hari
Terima kasih untuk kasihmu yang selau tersedia bagiku
Terima kasih telah menerimaku apa adanya
dan mau begitu merendahkan hati untuk belajar memahami diriku
Terima kasih, istriku
Fatmawati 21.09.05 9:26 PM
specially dedicated to my wife, Indri
celebrating our 1st marriage anniversary
Wednesday, September 21, 2005
[Puisi bulanan seorang demonstran - September 2005]
Engkau membunuh saudaramu sendiri !
Ya ! Saudara yang dengannya kau tumbuh bersama
Saudara yang dengannya kau berbagi ruang dan udara
'Dengan apa aku membunuhnya .. ?'
Kau tanyakan dengan apa kau membunuh saudaramu ?
Baik ! Dengarkan ini .. agar hatimu terbuka ..
Kadang kau membunuh saudaramu dengan senjata2 manusia
Badik, parang, pedang, mesiu, senapan, peluru ..
Kau pasti bisa menambah dan mengingatnya sendiri
Kadang pula kau membunuhnya dengan cara-cara yang seolah baik
Ganti rugi pembebasan tanah,
pencabutan subsidi minyak,
pelipat gandaan pajak dan retribusi,
penertiban pedagang kaki lima
Dan masih banyak lagi bukan ?
Seolah baik ..
padahal di akhirnya semua berujung pada kepentinganmu semata
....
....
Tapi jujur saja,
aku pun pernah membunuh saudaraku
'Dengan apa kau membunuhnya .. ?'
Dengan rasa benci, dendam dan akar pahit yang kupupuk dalam hatiku
Ya! Barangsiapa membenci saudaranya, ia telah membunuhnya ..
Dan aku ? Aku sudah beberapa kali melakukannya ..
Jadi .. kau lihat ?
Aku pun pernah melakukan hal-hal buruk
Tapi kini ..
Biarlah Sang Maha Tinggi yang jadi kekuatanku
Sehingga ketika aku berdiri menghadang di tengah-tengah jalanmu
Aku tak perlu sampai membencimu
Engkau membunuh saudaramu sendiri !
Ya ! Saudara yang dengannya kau tumbuh bersama
Saudara yang dengannya kau berbagi ruang dan udara
'Dengan apa aku membunuhnya .. ?'
Kau tanyakan dengan apa kau membunuh saudaramu ?
Baik ! Dengarkan ini .. agar hatimu terbuka ..
Kadang kau membunuh saudaramu dengan senjata2 manusia
Badik, parang, pedang, mesiu, senapan, peluru ..
Kau pasti bisa menambah dan mengingatnya sendiri
Kadang pula kau membunuhnya dengan cara-cara yang seolah baik
Ganti rugi pembebasan tanah,
pencabutan subsidi minyak,
pelipat gandaan pajak dan retribusi,
penertiban pedagang kaki lima
Dan masih banyak lagi bukan ?
Seolah baik ..
padahal di akhirnya semua berujung pada kepentinganmu semata
....
....
Tapi jujur saja,
aku pun pernah membunuh saudaraku
'Dengan apa kau membunuhnya .. ?'
Dengan rasa benci, dendam dan akar pahit yang kupupuk dalam hatiku
Ya! Barangsiapa membenci saudaranya, ia telah membunuhnya ..
Dan aku ? Aku sudah beberapa kali melakukannya ..
Jadi .. kau lihat ?
Aku pun pernah melakukan hal-hal buruk
Tapi kini ..
Biarlah Sang Maha Tinggi yang jadi kekuatanku
Sehingga ketika aku berdiri menghadang di tengah-tengah jalanmu
Aku tak perlu sampai membencimu
Thursday, September 08, 2005
Aku tak berani memandang wajahmu
Bukan karena kau menakutkan
Bukan juga karena aku tak bernyali
Bukan juga karena ada seseorang
yang melarangku untuk melakukannya
Bukan .. bukan karena itu ..
Aku hanya tak bisa menerima
apa yang mungkin terjadi selanjutnya ..
...
...
Aku yakin ku akan terpesona dengan wajahmu
Lalu kemudian mencoba mengenal pribadimu
Dan akhirnya jatuh cinta pada dirimu
Mulai mengirimimu bunga
Menghabiskan waktu untuk mencari-cari apa yang kau suka
Mati-matian berusaha membuatmu tertawa
Mengatur-atur kesempatan agar kita bisa bersama
Lalu akhirnya mulai mendapati bahwa hatiku tak bisa lagi berpisah darimu
...
...
Aku sungguh tak bisa menerima
Bila akhirnya itu semua terjadi
Karena aku tak mungkin meninggalkan istriku ..
Ia orang yang sederhana
pun mencintaiku dengan seutuhnya
Aku juga tak mungkin meninggalkan dua anak gadisku ..
Yang kini beranjak dewasa
dan memandang diriku sebagai sosok ideal pria mereka nantinya
...
...
Jadi ..
Aku mohon maaf
Jika tak berani memandang wajahmu
Apalagi tersenyum padamu
(Kurasa kau kini mengerti alasanku)
Fatmawati, 07.09.05 10:22 AM
Bukan karena kau menakutkan
Bukan juga karena aku tak bernyali
Bukan juga karena ada seseorang
yang melarangku untuk melakukannya
Bukan .. bukan karena itu ..
Aku hanya tak bisa menerima
apa yang mungkin terjadi selanjutnya ..
...
...
Aku yakin ku akan terpesona dengan wajahmu
Lalu kemudian mencoba mengenal pribadimu
Dan akhirnya jatuh cinta pada dirimu
Mulai mengirimimu bunga
Menghabiskan waktu untuk mencari-cari apa yang kau suka
Mati-matian berusaha membuatmu tertawa
Mengatur-atur kesempatan agar kita bisa bersama
Lalu akhirnya mulai mendapati bahwa hatiku tak bisa lagi berpisah darimu
...
...
Aku sungguh tak bisa menerima
Bila akhirnya itu semua terjadi
Karena aku tak mungkin meninggalkan istriku ..
Ia orang yang sederhana
pun mencintaiku dengan seutuhnya
Aku juga tak mungkin meninggalkan dua anak gadisku ..
Yang kini beranjak dewasa
dan memandang diriku sebagai sosok ideal pria mereka nantinya
...
...
Jadi ..
Aku mohon maaf
Jika tak berani memandang wajahmu
Apalagi tersenyum padamu
(Kurasa kau kini mengerti alasanku)
Fatmawati, 07.09.05 10:22 AM
Wednesday, August 31, 2005
Tuesday, August 16, 2005
[Puisi bulanan seorang demonstran - August 2005]
Selamat pagi, Ibu Pertiwi
Selamat ulang tahun ..
Mohon maaf jika kali ini,
keadaan masih belum membahagiakanmu
Mohon maaf jika kali ini,
hanya ada kibaran bendera setengah tiang untukmu
Kuyakin engkau mengerti
bahwa memang bangsa ini masih berkabung
bahwa memang bangsa ini belumlah jaya
bahwa memang bangsa ini masih harus terus berjuang
Tapi tak usah menangis, Ibu Pertiwiku
Akan tiba saatnya nanti
Sang Merah Putih berkibar gagah sepenuh tiang
Ya, akan tiba saatnya nanti ..
Meskipun hanya di atas pusara makamku
[menyambut 60 tahun Indonesia ..]
12.08.05 12:48 PM
Selamat pagi, Ibu Pertiwi
Selamat ulang tahun ..
Mohon maaf jika kali ini,
keadaan masih belum membahagiakanmu
Mohon maaf jika kali ini,
hanya ada kibaran bendera setengah tiang untukmu
Kuyakin engkau mengerti
bahwa memang bangsa ini masih berkabung
bahwa memang bangsa ini belumlah jaya
bahwa memang bangsa ini masih harus terus berjuang
Tapi tak usah menangis, Ibu Pertiwiku
Akan tiba saatnya nanti
Sang Merah Putih berkibar gagah sepenuh tiang
Ya, akan tiba saatnya nanti ..
Meskipun hanya di atas pusara makamku
[menyambut 60 tahun Indonesia ..]
12.08.05 12:48 PM
Subscribe to:
Posts (Atom)